Kota Hijau di Abudabi

source: http://www.republika.co.id

Masdar City dirancang dengan teknologi ramah lingkungan seperti di Novabirsk, Rusia, dan Tsukuba Science City, Jepang.

Abu Dhabi merintis sebuah mimpi. Mewujudkan sebuah kota ramah lingkungan. Tanpa polusi dan sampah yang kerap menyebar bau busuk. Dan, semilir angin yang terus menyegarkan tubuh. Sebuah kota yang mereka namakan, Masdar City.

Kota yang berjarak 17 km dari pusat kota Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab, ini mengandalkan sebagian besar kebutuhan energinya dari energi surya dan sumber energi terbarukan lainnya. Pembangunan seluruh bagian kota diharapkan akan selesai sepenuhnya pada 2016.

Dana sebesar 22 miliar dolar AS atau sekitar Rp 220 triliun dianggarkan untuk mewujudkan Masdar City. Masdar yang dalam bahasa Arab berarti sumber, memang diwujudkan untuk menjadi salah satu sumber kemajuan dunia.

”Masdar City diwujudkan dengan tujuan sebagai sumber energi, ilmu pengetahuan, dan inovasi yang menjadikan Abu Dhabi sebagai pihak yang terdepan dalam bidang energi,” kata Chairman Masdar City, Ahmad Ali Al Sagyeh, beberapa waktu lalu.
Menurut Sagyeh, mewujudkan Masdar City merupakan sebuah komitmen mendayagunakan secara optimal sumber daya alam dan manusia yang akan membawa Abu Dhabi menjadi pusat riset, inovasi, dan pengembangan energi terbarukan di dunia.

Pembangunan Masdar City, ujar Sagyeh, dilakukan dalam beberapa tahapan hingga kelak menjadi sebuah kota yang sepenuhnya sesuai rancangan yang diinginkan.
Fase pertama pembangunan kota seluas 6 km2 itu ditargetkan rampung tahun ini dan dirancang untuk bisa dihuni 45-50 ribu jiwa dengan 1.500 kantor, termasuk pabrik yang memproduksi barang ramah lingkungan. Tiap hari sekitar 60 ribu pekerja menggunakan komuter ke Masdar City.

Di kota ini, akan dibangun pula Masdar Institute of Science and Technology (MIST), di bawah asuhan Massachusetts Institute of Technology (MIT). Penduduk kota akan dilarang menggunakan mobil pribadi, mereka hanya boleh memanfaatkan transportasi umum.

Di sekeliling kota juga dipasang tembok yang menjaga kota dari panasnya tiupan angin gurun, memungkinkan di jalan-jalan akan ada cerobong yang mengalirkan udara sejuk. Salah satu bagian kota yang dibangun pertama adalah pembangkit listrik tenaga surya.

Pembangkit tersebut memiliki kapasitas 40-60 megawatt. Lalu, akan dilanjutkan dengan pembangunan pembangkit listrik besar dan tambahan modul photovoltaic atau sel surya yang ditempatkan pada atap-atap rumah untuk menambah energi hingga mencapai 130 megawatt.

Pohon-pohon elektrik, yang berbentuk seperti batang dengan baling-baling, akan dipasang di sekeliling kota dan menambah lagi energi sebanyak 20 megawatt. Rencananya, kota ini akan menggunakan pembangkit listrik panas bumi dan hidrogen terbesar di dunia.

Penggunaan air di Masdar City, ditekan hingga 60 persen dari kebutuhan air rata-rata sebuah kota. air yang digunakan merupakan desalinasi dari air laut. Sebanyak 80 persen air yang digunakan bisa didaur ulang.

Sampah yang ada di kota ini, akan ditekan hingga nol persen alias kota yang tak menghasilkan sampah. Sampah organik digunakan untuk membuat pupuk dan bahan bakar pembangkit listrik. Sedangkan, sampah industri berupa plastik dan besi akan didaur ulang.

Setiap bangunan yang ada di kota ini dirancang minim penggunaan energi, termasuk dapat mendaur ulang air dan panel tenaga surya di atap. Di beberapa tempat di kota akan dipasang alat penampung embun dan sensor elektronik yang memantau jika ada pipa air yang bocor.

Ruang terbuka hijau akan menggunakan tanaman yang tidak membutuhkan banyak air, bukan seperti taman-taman pada umumnya di Abu Dhabi.

Ramah lingkungan
Masdar City, akan menjadi kota yang dirancang dengan teknologi tinggi ramah lingkungan. Ini seperti yang ada di Novobirisk di Rusia dan Tsukuba Science City di Jepang. Dengan teknologi canggih ini, Masdar City disebut-sebut sebagai Lembah Silikon untuk teknologi hijau.

Meskipun 8 persen dari seluruh minyak bumi yang ada di dunia terdapat di wilayah Abu Dhabi, para ahli memperkirakan cadangan minyaknya akan habis 92 tahun mendatang. Hal ini mendasari keinginan Abu Dhabi untuk menjadi pendukung fanatik energi terbarukan.

Untuk mendanai proyek ini, pemerintah Abu Dhabi akan melakukan monetisasi terhadap reduksi karbon di Masdar City. Pemerintah akan menginvestasikan dana sebesar 4 miliar dolar AS dan sisanya sebesar 18 miliar dolar AS akan didukung dengan berbagai jenis pembiayaan.

”Kami akan menggunakan berbagai perusahaan finansial untuk mendanai kekurangan biaya pembangunan Masdar,” tutur CEO proyek Masdar City, Sultan Al-Jaber, seperti dikutip Reuters. Sejumlah mitra telah digandeng untuk mewujudkan Masdar City ini.

Di antaranya, Clean Tech Fund, Credit Suisse, dan Siemens Venture Capital. Konstruksi kota dibangun oleh CH2M HILL, konstruksi infrastruktur dibangun Grup Al Jaber, dan desain ditangani oleh firma arsitektur Adrian Smith+Gordon Hill. bbc/wulan tunjung palupi

Advertisement

Leave a Comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.